Pelatih Mario Gomez tiba di Bandara Hussein Sastranegara Bandung, Senin (16/4/2018). Sumber Foto: persib.co.id

Bandung – PERSIB masih belum dapat mengakhiri rekor tak pernah menang saat bertandang ke stadion Kanjuruhan, Malang.  Dalam laga di kandang Arema FC , Minggu 15 April 2018, Maung Bandung ditahan imbang oleh tim tuan rumah dengan skor 2-2.

PERSIB sempat unggul 2-1 melalui dwigol Ezechiel N’douassel menit ke 19 dan 77. Sayang, gol Balsa Bozovic jelang laga usai memaksakan kedua tim berbagi satu poin.

Pelatih Mario Gomez rencananya bakal melakukan evaluasi khusus bagi timnya. Apalagi, dalam tiga pekan ke depan PERSIB akan menjalani laga-laga cukup berat, yang salah satunya pertandingan tandang menghadapi Persija Jakarta.

“Kita akan terus memperbaiki apa-apa saja yang masih kurang di setiap lini. Tidak hanya itu, konsentrasi dan emosi setiap pemain masih perlu kita benahi,” ujar Gomez.

Gomez sangat mengapresiasi perjuangan seluruh anak asuhnya pada laga melawan Singo Edan kemarin. Menurutnya, Bojan Malisic dan kawan-kawan mampu menjaga mental tetap baik meski tensi pertandingan cukup panas di dalam dan luar lapangan.

“Mereka bekerja sangat baik kemarin, saya salut. Semua pemain bermain sangat bagus dan penuh semangat. Semoga itu menjadi hal yang bagus untuk menatap pertandingan berikutnya,” pungkas Gomez.

Sedangkan terkait luka di dahi bagian kanan yang diduga terkena lemparan benda keras dari oknum suporter di Kanjuruhan, pelatih berkebangsaan Argentina itu menyatakan jika kondisinya sehat-sehat saja. Lebih dari itu, Gomez pun enggan terlalu mempersoalkan insiden yang menimpa dirinya kemarin.

“Saya sudah memaafkan mereka (oknum suporter di Kanjuruhan). Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam setiap momen. Mungkin ke depannya saya harus lebih memahami lagi,” ujar Gomez melalui laman tim.

“Sudah tidak apa-apa. Beruntung ini hanya luka kecil saja. Tapi, jujur ini yang pertama kali bagi saya selama berkarier di dunia sepakbola. Saya rasa, luka ini kemarin ada seseorang yang melempar batu dari atas,” lanjutnya.

Meski begitu, Gomez tetap tidak membenarkan kekerasan harus terjadi di dunia sepakbola. Ia berharap, khususnya kepada semua suporter di Indonesia, agar bisa memiliki cara yang lebih baik lagi dalam memberikan dukungan terhadap tim kesayangannya.

“Hal seperti ini tidak bisa terjadi terus menerus dalam sepakbola. Jangan lakukan kekerasan, itu sangat merugikan tim kalian. Jika kita bisa memahami setiap hasil, baik itu menang, seri atau kalah, sepakbola akan menjadi terasa lebih indah,” kata Gomez.***

Sumber: persib.co.id

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.