Bandung –  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat mencatat bahwa partisipasi pemilih kaum perempuan saat ini masih jauh tertinggal pada pelaksanaan Pemilu baik dari sisi informasi maupun pengawasan partisipatif pada pemilu.

Komisioner Bawaslu Jawa Barat Loli Kuswendi mengatakan, kaum perempuan dalam kesempatan maupun melakukan pengawasan partisipatif Pemilu masih minim termasuk dalam mendapatkan akses informasi.

“Dalam konteks perpolitikan, perempuan harus mendapatkan akses informasi yang sama termasuk perlunya peningkatan dalam melakukan pengawasan partisipatif Pemilu masih minim,” kata Loli, dalam Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilihan Umum 2019 Bagi Perempuan Provinsi Jabar di kantor Bawaslu Jabar, Selasa (4/12/2018).

Menurut Loli, meski kaum perempuan berada di level terdekat seperti di rumah, organisasi maupun lainnya,  tidak ada lagi alasan bagi kaum perempuan untuk tidak terlibat dalam pengawasan pemilu.

“Dari data laporan publik, terlapor maupun yang melakukan laporan masih didominasi pria, ini menunjukan dalam konteks keterlibatan aktif pengawasan pemilu, perempuan belum muncul,” ucapnya.

Loli menyebutkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi minimnya keterlibatan kaum perempuan dalam pengawasan pemilu, salah satunya karena kultur dan budaya masyarakat kita serta keterbatasan akses perempuan terhadap informasi.

“Padahal perempuan bukan tidak mau berpartisipatif tapi masih kebingungan, minimnya partisipasi kaum perempuan dalam partisipatif pengawasan pemilu maupun lainnya, diakibatkan adanya informasi yang terbatas,” ungkapnya.***


Rep: Suparno Hadisaputro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.