Soreang – Yayasan Pembina Salman ITB melalui badan pengelola asetnya, Badan Wakaf Salman ITB melakukan Ground Breaking, sebagai tanda dimulai pembangunan Masjid Salman Rasidi di Kompleks Rumah Sakit Salman Hospital di Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

Pemancangan tiang pertama Masjid Salman Rasidi dilakukan Bupati Kabupaten Bandung, Dadang M. Naser, beserta Dewan Pembina dan Pengurus YPM Masjid Salman ITB, para wakif dan alumni Masjid Salman ITB serta para pejabat desa dan masyarakat Soreang.

Ketua Harian Badan Wakaf Salman ITB, Ir Hari Utomo mengatakan, pembangunan Masjid Salman Rasidi sengaja dilakukan pada tahap awal sebelum pembangunan RS Salman Hospital, karena terinspirasi oleh pembangunan Masjid Quba saat Rasulullah saw hijrah dari Mekkah ke Madinah.

“Masjid adalah bangunan pertama yang dibangun Nabi Muhammad ketika sampai di Madinah, sekaligus simbol bahwa Rumah Sakit ini dilandasi oleh semangat spiritual yang tinggi untuk berkhidmat kepada Allah dan kepada masyarakat Kabupaten Bandung di bidang pelayanan kesehatan,” ucapnya.

Menurut Hari, desain masjid Salman Rasidi terinspirasi dari bangunan lumbung padi masyarakat Sunda (Leuit) yang melambangkan kebersamaan dan kemakmuran. Konsep masjid juga dibangun bemuansa tropis dengan sirkulasi udara diatur sedemikian rupa sehingga tidak memerlukan pendingin ruangan.

“Masjid ini di desain oleh Ir. Agus Kumiawan, seorang arsitek lulusan ITB dan sekaligus alumni Masjid Salman ITB, dengan konsep tropis ini beliau ingin menghemat energi,” kata Hari, di acara Ground Breaking Masjid Salman Rasidi, di Soreang, Senin (20/5/2019).

Hari menyatakan bahwa pembangunan Masjid Salman Rasidi di Komplek RS Salman Hospital ini diperkirakan memerlukan biaya Rp3 milyar mupiah yang merupakan udunan wakaf dan donasi dari para jamaah dan alumni Masjid Salman ITB.

“Meskipun tidak mudah mengumpulkan dana sebanyak itu, tetapi panitia yakin banyak jamaah dan alumni yang akan tergerak berkontribusi untuk mendukungnya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Badan Wakaf Salman ITB, Muhammad Khirzan Nazar Noe’man mengharapkan, pembangunan masjid  ini dapat menumbuhkan ghirah para wakif agar turut serta mewujudkan beberapa program wakaf kami yang lainnya serta mampu menjadi pusat dari pada kegiatan keagamaan di daerah Soreang.

“Setelah selesai pembangunan Masjid Salman Rasidi yang diperkirakan memerlukan waktu 8 bulan, akan dilanjutkan dengan pembangunan Rumah Sakit Salman Hospital dengan 4 lantai dan 100 tempat tidur,” tuturnya.***


Rep: Suparno Hadisaputro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.