Bandung – Sebagai bentuk dari bentuk keseriusan dalam meningkatkan tridharma perguruan tinggi, Universitas Langlangbuana (Unla) menggelar acara Workshop dan Klinik Proposal Pengabdian Kepada Masyarakat, yang dihadiri oleh para dosen dan PTS Mitra Unla, diantaranya STT Bandung, STT Wastukancana, Universitas Buana Perjuangan Karawang dan STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi.

Ketua LPM UNLA, Dr. Siti Anah Kunyati mengatakan, bahwa kegiatan workshop ini merupakan kegiatan sebagai bentuk keseriusan UNLA dalam meningkatkan tridharma perguruan tinggi, sehingga para dosen mampu melakukan pengabdian dan menuliskannya dengan baik.

“Kegiatan ini tentu sangat penting bagi semua dosen dimana dosen mampu melakukan pengabdian dan menuliskannya dengan baik dan bagaimana kita dapat memenuhi artikel sebagai luaran dari kegiatan pengabdian ini,” kata Siti, dalam acara Workshop dan Klinik Proposal, di Kampus Unla, Selasa (3/9/2019).

Sementara itu, Rektor UNLA, DR. AR. Harry Anwar, menyatakan bahwa untuk pencapaian visi misi UNLA, salah satu hal yang penting adalah unsur dosen dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi.

“Perubahan paradigma penting untuk mencapai peringkat perguruan tinggi yang lebih baik dan kualitas dosen tersebut dapat lebih meningkat. Klasterisasi PT memiliki indikator dimana kriteria outcome sebesar 35 %, salah satunya adalah kinerja pengabdian kepada masyarakat”, ujarnya.

Kegiatan workshop dan Klinik Proposal PKM ini dilaksanakan sehari penuh, dengan nara sumber Ir. Eko Nurmianto M.EngSc.,DERT dari ITS dan Dr. Palti Marulita Storus M.M dari Tel-U.

Dalam paparannya, Eko menyampaikan bahwa prinsip dasar dalam pengabdian kepada masyarakat adalah Berbasis kewilayahan, Berdasarkan permasalahaan, Kebutuhan atau tantangan di masyarakat, Sinergi, Multidisiplin dan bermitra serta Kegiatan terstruktur dengan target luaran yang jelas dan dapat di ukur dan Berkelanjutan, tuntas serta bermakna.

Sedangkan itu dalam paparannya Palti menyampaikan bahwa, salah satu contoh program kemitraan masyarakat memiliki paradigm baru yaitu bersifat memecahkan masalah, komprehensif, bermakna, tubtas dan berkelanjutan dengan sasaran masyarakat yang produktif secara ekonomi, masyarakat yang belum produktif secara ekonomi tetapi berhasrat kuat menjadi wirausahawan serta masyarakat tidak produktif secara ekonomi seperti karang taruna.

Program pengabdian Masyarakat  di Unla erdiri atas program kemitraan masyarakat (PKM), Program kemitraan masyarakat stimulus, Kuliah Kerja Nyata-pembelajaran pemberdayaan masyarakat, program pengembangan kewirausahaan PPK, program kemitraan wilayah PKW, Program pengembangan Desa Mitra, program pengembangan usaha produk intelektual kampus, program pengembangan produk unggulan daerah.***


Rep: Suparno Hadisaputro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.