Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan percepatan pengurangan kasus stunting yang hingga saat ini masih dinilai cukup tinggi yaitu 29 persen termasuk di 13 kabupaten di Jawa Barat yang juga kasusnya masih tinggi.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan, pihaknya secepatnya akan melakukan inventarisasi peta kabupaten dan kota yang kasus stuntingnya masih tinggi untuk kemudian didorong agar bisa menurun.

“Tadi udah arahan langsung perintah dari gubernur untuk bagaimana mempercepat penurunan stunting di Jawa Barat yang sekarang posisinya 29 persen lebih dari kemungkinan dari total bayi yang ada,” ucapnya.

Menurut Iwa, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi yang terkait dengan stunting, khususnya Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan beberapa pihak terkait, karena masalah ini tidak bisa selesaikan oleh pemerintah secara sendiri.

“Peta kabupaten/kota mana yang lebih besar, kita dorong untuk bisa menurun untuk itu kita koordinasi dengan instansi terkait karena ini tidak bisa selesaikan oleh pemerintah,” ujarnya.

Iwa mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melaksanakan rencana aksi dan membuat juknis untuk bantuan ke kabupaten/kota, setelah mendapat masukan dari Dinas Kesehatan dan penggiat kesehatan terkait solusi dalam bentuk tenaga maupun bentuk pendanaan supaya lebih efektif.

“Insya Allah mulai Minggu depan saya akan mulai melakukan koordinasi sehingga perintah gubernur mulai saat ini sudah kita laksanakan,’ kata Iwa, di acara Pencegahan Stunting tingkat Provinsi Jawa Barat, di Lapangan Gasibu, Bandung, Minggu (18/11/2018).

Iwa menjelaskan bahwa kasus Stunting terjadi bukan hanya karena masalah pola hidup, pola makan atau pola tidur tetapi juga pola hidup keseharian, karena itu pihaknya berharap dan meminta kepada semua pihak untuk semua bergerak demi kepentingan bangsa agar penerus generasi muda menjadi cerdas.

“Kalau anggaran tidak sepenuhnya masalah anggaran tetapi juga masalah perilaku hidup bersih dan sehat, itu juga menentukan, sepertiganya saja kalo anggaran itu, tetapi 70 persenĀ  mengenai perilaku pola hidup bersih dan sehat berarti disini adalah masalah edukasi dan sosialisasi sangat penting,” tuturnya.***


Rep: Suparno Hadisaputro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.