Komunitas Gerakan Stunting Terukur Bandung Raya (Gesit Bandung) melakukan kampanye di kelurahan Padasuka Kecamatan Cibeunying Kidul, Minggu (14/10/2018). (Foto: Suparno-prssnibandung)

Bandung – Pemerintah Pusat telah menetapkan 100 kabupaten/kota prioritas untuk intervensi balita bertubuh pendek (stunting) oleh tim nasional percepatan penanggunalangan kemiskinan.

Berdasarkan Riskesdas 2013 ada sekitar 37 persen atau hampir 9 juta anak balita mengalami stunting di Indonesia. Kota Bandung masuk dalam 13 kabupaten/kota prioritas dalam penanganan stunting di Jawa Barat.

Menyikapi permasalahan tersebut, komunitas Gerakan Stunting Terukur Bandung Raya (Gesit Bandung) yang merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sangga Buana (USB) YPKP melakukan kampanye ke beberapa tempat di Kota Bandung. Salah satunya di kelurahan Padasuka Kecamatan Cibeunying Kidul pada Minggu (14/10/2018).

Founder Gesit Bandung, Iwan Seppriadi mengatakan, dalam kampanye tersebut pihaknya mengajak anak-anak, para ibu serta para bapak untuk menjadi peserta dalam program Gesit Ibu (Gerakan Stunting Terukur Ibu), SUM-SUM (suka makan sayur-buah juga minum susu) dan program Bola Ubi (Main bola bersama Abi).

“Ketiga program tersebut menyasar Ayah, Ibu, dan Anak sehingga menepis anggapan bahwa masalah pertumbuhan anak menjadi tanggung jawab ibu saja,” kata Iwan, di Kampus USB YPKP.

Menurut Iwan, dalam program Gesit Ibu, relawan mengkomunikasikan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai materi kampanye serta menyarankan 5 Checklist agar anak terhindar dari Stunting.

“Ada lima checklist yaitu memastikan anak suka makan sayur dan buah juga minum susu, memastikan anak menyelesaikan imunisasi dan minum obat cacing, memastikan anak melakukan oleh fisik dengan rutin, memastikan sanitasi dan lingkungan yang sehat dan terhindar asap rokok, juga memastikan anak selalu dibawa ke POSYANDU,” jelasnya.

Iwan berharap pemerintah perlu lebih serius dalam mengentaskan stunting karena isu stunting ini isu global yang perlu ditingkatkan penangananya kerena berpengaruh terhadap kualitas SDM di Indonesia.

Sementara program SUM-SUM mengajak anak-anak usia di bawah 12 tahun untuk mewarnai gambar sayur dan minum susu serentak bersama 30 anak-anak di Gang Neglasari Selatan VII dan para bapak yang dikunjungi di rumahnya mendapatkan 15 boneka bola gratis untuk bermain bersama anak, diharapkan para bapak juga turut aktif dalam pencegahan stunting dengan mengajak anak berolahraga kecil.

Kampanye Gesit Bandung mendapat dukungan banyak pihak di antaranya 15 Relawan Gesit Bandung dari mahasiswa Ilmu Komunikasi USB YPKP angkatan 2015, 2016, 2017 dan civitas academica Fakultas Ilmu Komunikasi dan Administrasi Bisnis juga PR Indonesia Magazine. ***


Rep: Suparno Hadisaputro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.