Kepala KPw BI Jawa Barat, Doni P Juwono usai silaturahim dengan para ulama di Balai Pasundan KPw BI Provinsi Jabar, Jumat (3/5/2019).

Bandung – Ratusan ulama dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat mengikuti silaturahim menjelang Ramadan yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat.

Kepala KPw BI Jawa Barat, Doni P Juwono mengharapkan, para ulama ini bisa menyampaikan masalah inflasi dalam setiap tausiahnya kepada masyarakat di masjid-masjid maupun pengajian-pengajian di tempat lain.

“Kita mengharapkan semua ulama itu bisa tausiah di masjid-masjid supaya inflasinya bisa turun karena bulan April ini udah 0,41, ini kan cukup tinggi ya, kalau saya bilang 0,5 itu lampu merah,” ucap Doni, usai Silaturahim dengan para Ulama di Balai Pasundan KPw BI Provinsi Jabar, Jumat (3/5/2019).

Juwono berharap, inflasi di bulan Mei ini tidak lebih dari 0,5 persen atau 0,6 persen sebagai akibat dari adanya kenaikan-harga-harga Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas) di pasar-pasar yang biasanya terjadi di bulan Ramadhan ini.

“Kalau inflasi dibawah 0,5% atau 0,6% itu berarti Jawa Barat bisa mengendalikan harga. 0,5% itu termasuk tarif angkutan segala ya, biasanya kalau makanan itu dia naik yang normal itu kenaikan 1% atau di bawah 1 %,” katanya.

Joni mengajak kepada pedagang bisa memanfaatkan momen Ramadhan ini untuk lebih banyak beramal dan tidak memanfaatkannya untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dan konsumen bisa menahan diri saat berbelanja.

“Islam siapapun, apakah dia berprofesi sebagai pedagang, konsumen maupun sebagai distributor, inilah saatnya  kita beramal, ibadah memberikan nikmat kepada umat yang lain,” ujarnya.

Di acara tersebut juga diisi tausiyah oleh Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Abdullah Gymnastiar serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat, Rachmat Syafei.***


Rep: Suparno Hadisaputro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.