Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Rosmaya Hadi memberikan bantuan kepada 10 kelompok dari 5 kabupaten di Jawa Barat di acara Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), di Pangalengan, Minggu (9/12/2018).

Bandung – Kopi merupakan salah satu komoditi unggulan di Jawa Barat yang saat ini terus didorong dalam peningkatan kualitas maupun kuantitas hingga tembus pasar ekspor.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Rosmaya Hadi mengatakan, kopi merupakan salah komoditas strategis di Jawa Barat yang membutuhkan dukungan sinergis untuk berkembang tidak hanya di dalam negeri namun juga pasar luar negeri.

“Untuk mendukung kopi dari Jabar ini bisa tembus pasar dunia, kita memberikan bantuan kepada 10 kelompok tadi dari 5 kabupaten di Jawa Barat berupa sarana pendukung pengolahan kopi melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), ini merupakan program BI yang memang akan kita terus adakan,” ucapnya.

Menurut Rosmaya bantuan ini tidak hanya pada pemberian mesin roasting saja tetapi juga sarana pendukung lainnya, seperti memberikan paket pendampingan hingga penerima bantuan menghasilkan output yang layak ekspor, seperti akses pasar.

“Saat ini pasar dari Jabar kopi itu ke Jepang, Taiwan dan Belanda, tentu saja keinginan kami ingin meneruskan lagi tidak saja ke-3 negara itu terus meluas ke Eropa dan Amerika,” kata Rosmaya, usai penyerahan bantuan PSBI di Malabar Pangalengan, Minggu (9/12/2018).

Rosmaya menyatakan, untuk peningkatan produksi dan kualitas kopi dari Jawa Barat, perlunya edukasi kepada penggiat kopi serta infrastruktur seperti alat pengering, mesin pengolah biji kopi dan itu harus terus didampingi hingga menghasilkan produk yang berkualitas.

“Kemarin sudah dibawa ke London, dan di London sudah ada pesanan-pesanan, kan ini merupakan hasil nyata untuk supaya kedepan bisa tembus Eropa,” ujarnya.***


Rep: Suparno Hadisaputro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.