Bandung – Sebanyak 750 peserta dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat mengikuti seminar nasional bertajuk “Refleksi Penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2013-2018” yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) melalui Direktorat Pembelajaran.

Direktur Pembelajaran Ditjen Belmawa, Paristiyanti Nurwardan mengharapkan, seminar ini mampu menggali berbagai tantangan yang terjadi selama penyelenggaraan PPG sejak tahun 2013 dan melihat peluang perbaikan untuk masa mendatang.

“PPG dirintis sejak tahun 2013 dengan memberikan fasilitas untuk calon guru yang berdedikasi di daerah Terluar, (PPG SM3T) dengan melibatkan 23 Lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan (LPTK),” ucap Paristiyanti, di Hotel Grand Pasundan, Bandung, Jumat (19/7/2019).

Menurut Paristiyanti, jumlah LPTK yang bergabung untuk dapat memberikan kontribusi dalam program PPG telah bertambah menjadi 45 LPTK pada tahun 2016 dan saat ini 63 LPTK yang telah mendapatkan izin penyelenggaraan Program PPG.

“Saya apresiasi kepada LPTK yang secara aktif mendukung program ini, serta semakin tingginya minat LPTK untuk dapat bergabung dalam program PPG,” ujarnya.

Sejumlah pembicara yang hadir dan memberikan materi diantaranya, Prof. Dr. Ismunandar dengan topik “Kebijakan Pendidikan Profesi Guru di Indonesia,” Prof. Dr. Paulina Panen dengan tema “Kebijakan Tatakelola Kelembagaan Program PPG,” dan Dr. Supriano dengan tema “Kebijakan Pembinaan Guru Sekolah Menengah dan Pendidikan Khusus Melalui PPG Dalam Jabatan,”.***


Rep: Suparno Hadisaputro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.