KILASBANDUNGNEWS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mencatat sebanyak 181 rumah terdampak akibat hujan badai yang terjadi Selasa (15/2). Hujan badai mengguyur Kota Cimahi selama hampir 30 menit.

Kepala BPBD Kota Cimahi Asep Bachtiar menjelaskan kejadian bermula ketika hujan deras mengguyur sekira pukul 14.00 WIB. Dengan intensitas tinggi di wilayah utara dan tengah Cimahi, air hujan tidak tertampung oleh drainase yang ada.

“Dampak dari hujan yang cukup lebat ini memang sedikit mengganggu aktivitas masyarakat. Hujan deras jatuhnya di daerah Cimahi Utara dan sebagian Cimahi tengah,” ujar Asep saat ditemui di kantor BPBD Kota Cimahi, Rabu (16/2/2022).

Asep menjelaskan, imbas hujan deras tersebut sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga di kawasan Utara diterjang banjir. Kerusakan terjadi di tiga kelurahan, di antaranya Padasuka, Cipageran dan Citeureup.

Tercatat, sebanyak 181 rumah diterjang banjir dan mengalami kerusakan akibat hujan badai tersebut. Enam rumah di antaranya mengalami jebol.

“Ada 181 rumah yang terdampak. Variasinya, enam rusak sedang dan sisanya rusak ringan. Yang rusak ringan ini rusak pada bagian dinding (jebol),” kata Asep.

Akibat banjir tersebut sebanyak 509 jiwa terdampak. Rumah yang mengalami rusak sedang pun terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya.

“Dari 181 rumah ada 167 KK atau 509 jiwa yang terdampak. Untuk beberapa warga kita yang terdampak mengungsi ke keluarganya, atau saudaranya,” ujar Asep.

Saat ini, warga dan petugas BPBD dibantu sejumlah relawan membantu menyingkirkan sejumlah material pascabanjir. Sebagian warga pun terpaksa harus membersihkan rumahnya terlebih dahulu.

“Tadi malam, arahan pak PLT, kami mengirim logistik untuk keperluan mendasar, terpal, tikar, air mineral, mie instan untuk rumah yang tidak bisa ditempati,” ujarnya.

“Kami bersama tim kecebong juga masih melakukan penyingkiran material bekas banjir. Mudah mudahan hari ini tidak da hujan lagi,” kata Asep. (Sumber : Detik.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.