Bandung – Berdasarkan penghitungan Indeks Pembangunan Desa (IPD) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat pada Maret 2018 melalui Pendataan Potensi Desa (Pordes), menunjukkan tingkat perkembangan desa dengan kategori tertinggal, berkembang dan mandiri.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, Dodi Herlando, IPD menunjukkan tingkat perkembangan desa dengan status tertinggal (kurang l/ sama dengan 50), desa berkembang (antara 50-75) dan desa mandiri (lebih dari 75).

“Tahun 2018, desa mandiri sebanyak 1.194 atau naik dibanding 2014 yang hanya 589, desa berkembang menurun dari 4.617 menjadi 4.095 dan desa tertinggal menurun dari 97 di tahun 2014 menjadi 23 di 2018,” kata Dodi, di Kantor BPS Jawa Barat, Senin (17/12/2018).

Dodi mengatakan, IPD disusun dari 5 dimensi, yang terdiri dari 12 variabel dan 42 indikator, masing-masing 5 tersebut yaitu, pelayanan dasar, kondisi infrastruktur, transportasi, pelayanan umum dan pemerintahan desa, yang berdasarkan Pordes, semua dimensi tersebut mengalami kenaikan

“Dimensi yang paling tinggi kenaikannya adalah Dimensi Pemerintahan Desa sebesar 5,83 poin, dan dimensi yang paling rendah kenaikannya adalah Dimensi Pelayanan Dasar sebesar 0,96 poin,” ucapnya.

Dimensi Pemerintahan Desa yang mengalami kenaikan indikatornya yaitu, Kualitas SDM Sekretaris Desa, Kualitas Kepala Desa dan Kelengkapan Pemerintahan Desa dan dimensi yang paling rendah kenaikannya yaitu Dimensi Pelayanan Dasar dengan indikator ketersediaan dan akses ke Rumah Sakit Bersalin, ketersediaan dan kemudahan akses ke apotek serta ketersediaan dan akses ke SMA sederajat.***


Rep: Suparno Hadisaputro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.