BI Jabar dan TPID Gelar Bazar Murah Pengendali Inflasi

Kepala Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan, Divisi Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jawa Barat, Ahmad Perkasa Subarkah.

Bandung – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Jawa Barat bersama Perum Bulog, Bank BJB serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Barat dan TPID Kota Bandung, menggelar Bazar Murah Pengendali Inflasi bertempat di Kantor Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung.

Kepala Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan, Divisi Pengembangan Ekonomi KPw BI Jawa Barat, Ahmad Perkasa Subarkah mengatakan, sejumlah komoditi yang dijual dalam bazar murah kali ini diantaranya telur ayam, daging ayam beku, minyak goreng, beras, gula pasir serta terigu.

“Saya harap adanya bazar murah ini bisa menekan harga sejumlah komoditi yang saat ini harganya cukup tinggi┬á dipasaran, seperti daging ayam dan telur,” kata Ahmad, di acara Bazar Murah di Kantor Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Jln. Arjuna No. 46, Senin (23/7/2018).

Ahmad berharap, selain untuk menekan harga daging ayam beku yang saat ini mencapai Rp.42.000 per ekor dan harga telur yang saat ini mencapai Rp.30.000 per kg, bazar murah juga bisa menekan inflasi di Kota Bandung khususnya dan Jawa Barat pada umumnya.

“Tujuannya untuk menekan harga telur dan daging ayam, dan kemudian menurunkan inflasi karena bibir ayam ras dan telur cukup tinggi di dalam perhitungan inflasi,’ katanya.

Harga sejumlah komoditas yang dijual di bazar murah masing-masing telur Rp 23.800 per kg, daging ayam beku Rp 33.000 per ekor, beras super premium 5 kg Rp 62.500, beras premium Rp 60.000, beras medium Rp 47.250, minyak goreng Rp 12.250 per 1 liter, gula pasir Rp 12,000 per kg dan terigu Rp 7.300 per kg.

Bagi masyarakat yang akan membeli komoditi di bazar murah cukup menunjukkan KTP dengan jumlah pembelian dibatasi, masing-masing 2 kg untuk telur dan daging ayam beku. Untuk bazar murah ini, stok yang disiapkan berupa telur ayam 500 kg dan daging ayam beku 1.000 ekor.***

Suparno Hadisaputro/ LPS PRSSNI Bandung