Binteks SDA Paparkan 10 Teknologi Siap Terap Padat Karya

KILASBANDUNGNEWS.COM – Dalam rangka sosialisasi teknologi bidang sumber daya air agar dapat meningkatkan pengenalan dan pemahaman masyarakat terhadap teknologi-teknologi siap terap padat karya tunai dalam mendukung¬† pemulihan perekonomian nasional, Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air (SDA) menggelar “Desiminasi Teknologi Siap Terap Padat Karya Tunai (PKT) Bidang SDA.

Dalam E-Expo SDA ini diperkenalkan 10 teknologi siap terap padat karya, yaitu ABSAH (Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan) Konvensional, ABSAH Modular, Blok Beton 3B (Berkait, Berongga dan Bertangga), Box Tersier, Bendung Modular (Bendung Knockdown), Gun Sprinkler, Long Storage, Lining Saluran Ferosemen, Pompa Air Tenaga Hidro (PATH) dan Saluran Irigasi Modular.

ABSAH Konvensional merupakan bangunan konvensional sekaligus pendayagunaa air yang merupakan infrastruktur penyediaan air baku mandiri dengan prinsip kerja menampung air hujan dalam tampungan yang disaring dengan media akuifer buatan (kerikil, pasir, bata merah, batu gamping, ijuk dan arang).

ABSAH Modular, merupakan sarana penampungan air hujan untuk pemenuhan kebutuhan domestik (air bersih dan air hujan) dilengkapi media pengolah air hujan sehingga dapat memperbaiki pH.

Blok Beton 3B, merupakan teknologi revetment pelindung pantai berupa blok beton dengan sistem modular interlocking yang berfungsi untuk mencegah longsor serta melindungi pergeseran garis pantai akibat erosi yang disebabkan oleh arus dan gelombang air laut.

Box Tersier, adalah konstruksi tepat guna bidang irigasi yang mendistribusikan air sesuai kebutuhan yang berbahan ferrocement.

Bendung Modular, merupakan bangunan bendungan yang terdiri dari susunan blok-blok beton tipe Pusair yang saling mengingat dan mengunci, membentuk struktur ambang dan pelimpang bendung berfungsi untuk menaikan tinggi muka air.

Gun Sprinkler atau irigasi curah merupakan teknologi yang cocok dan sesuai untuk pengembangan lahan kering dengan sistem pengoperasian berputar.

Long Storage, bertujuan untuk menyediakan lahan irigasi sehingga siap tanam oleh masyarakat setempat.

Lining Saluran Ferosemen, merupakan tipe dinding beton bertulang tipis yang merupakan teknologi konatrusi alternatif yang telah digunakan dalam penyediaan suplai air dan berbagai pembangunan irigasi.

PATH,  teknologi ini dirancang mampu memanfaatkan sumber air sungai dengan menaikkan air sampai ketinggian sawah yang membutuhkan air tanpa masukan energi.

Saluran Irigasi Modular, merupakan teknologi yang ditujukan untuk membagikan air ke persawahan atau pertanian yang mampu meningkatkan indeks pertanaman lebih dari 49 persen dan memberikan efisiensi penyaluran irigasi lebih dari 91,5 persen. (Parno)