Lembang Jadi Kecamatan yang Selalu Tinggi Kasus Covid-19 di Bandung Barat

KILASBANDUNGNEWS.COM – Lembang selama ini menjadi daerah dengan penyebaran kasus Covid-19 terbanyak dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Vaksinasi Covid-19 di Lembang pun terus digencarkan untuk mengejar herd immunity atau kekebalan komunal.

Di tengah penurunan kasus Covid-19 di Bandung Barat, Lembang masih menyumbang kasus aktif tertinggi dibandingkan kecamatan lain.

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 per 13 September 2021, terdapat 66 kasus aktif di Bandung Barat.

Dari jumlah tersebut, 16 kasus aktif Covid-19 terdapat di Lembang. Jumlah itu ialah yang terbanyak, karena di kecamatan lain paling banyak ialah 10 kasus, yaitu di Padalarang dan Parongpong. Bahkan di Cipongkor, Cililin, dan Saguling mencatatkan nol kasus aktif.

Untuk menekan angka penularan Covid-19, Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Lembang berupaya meningkatkan angka vaksinasi, yang saat ini baru sekitar 30 persen dari jumlah wajib vaksin di Lembang sebanyak 260.000 jiwa.

Unsur Muspika Lembang pun bekerja sama dengan Kodim 0609/Cimahi dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19 kepada 5.000 sasaran pada akhir pekan kemarin. Vaksinasi juga bakal digelar hingga ke tingkat desa.

“Kami sudah mengadakan serbuan vaksin yang diselenggarakan Kodim 0609/Cimahi berkolaborasi dengan Dinkes dan Puskesmas dengan sasaran 5.000 orang yang tersebar di 16 desa di Kecamatan Lembang,” kata Camat Lembang Herman Permadi, Senin, 13 September 2021.

Pada pekan sebelumnya, terang dia, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan kepada para pelajar di wilayah Lembang oleh empat puskesmas, dengan total sasaran mencapai 15.000 orang.

Untuk mengantisipasi kerumuman dalam pelaksanaan serbuan vaksinasi, berbagai komunitas dan unsur masyarakat turut dilibatkan, seperti Linmas, Mitra Komunikasi Bandung Barat (MKBB), Forum Kesiapsiagaan Dini Masyarakat (FKDM), Babinsa dan Babinkamtibmas.

“Kemarin merupakan serbuan vaksinasi pertama kali di Lembang dengan jumlah sasaran paling banyak, karena biasanya itu hanya sekitar 400-700 atau maksimal 1.000 target,” tuturnya.

Selain melibatkan unsur TNI, Herman mengatakan, pengelola objek wisata juga akan diajak untuk menyediakan tempat vaksinasi bagi wisatawan yang belum sempat divaksin.

Di sisi lain, Pemerintah Kecamatan Lembang akan mengusahakan bantuan dari Dinas Kesehatan maupun puskesmas untuk menyediakan vaksinator bahkan vaksin dalam jumlah yang cukup banyak.

“Kami juga harapkan tempat wisata menyediakan suatu tempat vaksin bagi wisatawan yang belum divaksin. Kemarin, kami sudah konsolidasi dengan Lembang Park Zoo, Grafika dan lainnya untuk menyediakan tempat khusus sebagai upaya percepatan herd immunity,” tuturnya. (Sumber : pikiran.rakyat.com)