Pemeliharaan Anak Ayam Jadi Penilaian di Sekolah

4

KILASBANDUNGNEWS.COMĀ – Siswa yang sudah menerima anak ayam dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung diminta memeliharanya dengan baik karena hal tersebut akan masuk ke dalam penilaian siswa di sekolah.

Pemkot Bandung, Kamis (21/11), secara simbolis membagikan sejumlah anak ayam kepada sejumlah siswa. Diantaranya kepada siswa dari SMP Negeri 54 Bandung yang terletak di Kecamatan Gedebage.

“Nanti di Sains (IPA) diukur beratnya udah berapa misalnya satu bulan berapa nanti kalau udah gede berapa penambahannya. Dibandingkan dengan anak ayam dari anak lain apakah berbeda ataukah sama,” kata salah seorang guru SMPN 54 Bandung, Elin Lindiawati di Bandung.

Selain itu, Elin juga menyebut pemeliharaan anak ayam itu juga masuk dalam penilaian beberapa mata pelajaran, seperti tulisan laporan tumbuh kembang ayam yang akan masuk dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, dan kreatifitas pembuatan kandang ayam yang akan masuk dalam mata pelajaran Prakarya.

Setiap satu ekor anak ayam, menurutnya, akan dirawat oleh satu orang siswa. Nantinya, kata Elin, para siswa akan membentuk kelompok yang terdiri dari lima anggota untuk memutuskan satu kandang penyimpanan bagi seluruh ayam yang dirawat oleh seluruh anggota.

Kandang tersebut akan disimpan di rumah seorang anggota kelompok. Untuk itu, menurutnya seluruh anggota kelompok rumahnya harus berdekatan.

“Satu ayam, satu anak tapi berkelompok dalam satu kelompok itu ada lima. Jadi anak itu rumahnya harus berdekatan,” kata dia.

Salah seorang siswa SMP Negeri 54 Bandung, Rabil Khairul Akbar mengaku senang telah menerima seekor anak ayam tersebut. Anak ayam milik Khairul berwarna putih dan memiliki kandang sementara berwarna biru.

“Alhamdulillah senang mendapat ayam, nanti akan dirawat sebaik-baiknya,” kata Rabil.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan pembagian ayam kepada para siswa merupakan respon Pemkot Bandung atas agenda pemerintah pusat untuk melakukan revolusi mental dan pembangunan karakter. Namun, menurutnya pembagian ribuan ekor anak ayam masih dalam tahap percobaan.

Apabila berhasil, program pembagian anak ayam ini kemungkinan akan secara resmi dianggarkan untuk tahun depan. Saat ini baru hanya 10 sekolah tingkat dasar dan dua sekolah tingkat menengah pertama di dua kecamatan yang menerima anak ayam.

“Ini adalah percobaan pada anak-anak kita. Nanti kita akan evaluasi seperti apa hasilnya. Kalau memang dampaknya bagus atau positif, kita programkan untuk tahun depan,” kata Oded.***